(REVIEW) Godzilla versus. Kong (2021)

  • 5 min read
  • Apr 02, 2021
review-godzilla-vs-kong

*Spoiler Alert: Artikel ini punya kandungan bocoran film Godzilla versus Kong yang bisa mengacaukan untuk kamu yang masih belum saksikan.

Film Godzilla versus. Kong pada akhirnya muncul di bioskop Indonesia pada 24 Maret 2021. Awalnya, film terakhir MonsterVerse ini diagendakan pada 13 Maret 2020, lalu ditunda jadi 20 November 2020 tanpa argumen teristimewa dari Warner Bros. serta Legendary. Lalu, akhir 2020, Warner Bros. menginformasikan idenya buat menyajikan pertama seluruh film 2021 di HBO Max, sebab wabah, tergolong Godzilla versus. Kong.

Ikhtisar Godzilla versus. Kong menceritakan perihal Kong yang lakukan perjalanan beresiko buat mendapatkan tempat tinggalnya yang sebetulnya. Kong ikut bersama Jia, seorang gadis yatim piatu yang membuat ikatan antik dengan Kong. Diperjalanan, mereka mendadak berbicara dengan Godzilla yang berang serta sebabkan kemusnahan di semua kota. Bentrokan epik di antara ke-2 raksasa itu yang dipacu oleh kemampuan tak kelihatan, yang berada jauh dalam pokok Bumi.

Kecuali dua monster terpenting, film ini diperankan oleh Millie Bobby Brown, Rebecca Hall, Kyle Chandler, Brian Tyree Henry, Alexander Skarsgård, Eiza González, Julian Dennison, serta Demián Bichir. Film ini akan muncul di HBO Max pada 31 Maret (cuma sepanjang 31 hari). Dengan tempo cuma 113 menit (1 jam 53 menit), film ini jadi film terpendek di MonsterVerse.

Bagaimana serunya film Godzilla versus. Kong? Baca ulasan Muvipro di bawah ini.

 

Manusiawi Sekalian Berambisi

Muvipro bisa peluang menonton film ini di monitor IMAX bioskop XXI Gandaria City (22/3). Kesan-kesan pertama-tama yang ada, yaitu kangen serta keterpesonaan menonton di monitor besar IMAX dengan sound Dolby Atmos. Lebih, film yang disaksikan merupakan Godzilla versus. Kong yang tampilkan perkelahian dua monster Alpha.

Menariknya, sebelumnya film mulai ada opening kredit yang dapat mengingati kalian bab perlawanan Kong, Godzilla, serta beberapa Kaiju lain dalam sejumlah film awalnya. Pirsawan akan disediakan “bracket laga” sampai final di antara Godzilla vs Kong.

Film ini ambil latar lima tahun sehabis Godzilla: King of the Monsters (2019) yang berjalan pada 2019, serta 51 tahun sehabis Kong: Skull Island (2017) yang berjalan pada 1973.

Film ini ambil sisi pandang Kong dalam hadapi Godzilla. Perihal ini udah diperlihatkan mulai sejak awal mula episode dengan manusiawi. Ada lagu classic bersama kegiatan Kong, dimulai dengan bangun tidur, mandi, serta makan pagi. Akan tetapi, habitat yang ia tinggali hanya kesegalan. Scoring menakutkan juga menghancurkan kegiatan rileks serta lagu classic, seolah Kong memperlihatkan realitas hidupnya.

Sementara, di penjuru dunia lain ada Godzilla yang mendadak serang pantai serta menghancurkan sejumlah kota itu. Corak penyerbuan mendadak itu memusingkan Monarch, tergolong Madison Russel (Millie Bobby Brown) yang lalu memiliki rencana menyelidiknya. Ingat, Godzilla pernah membuat perlindungan ayahnya dari gempuran King Ghidorah pada Godzilla II: King of Monsters (2019).

Akan tetapi, ada berbagai hal merasa menjejal, yaitu datangnya beberapa manusia yang kian banyak serta terdiri dalam sekelompok. Ada geng trio Mad Hatter (Madison, Bernie, serta Josh), geng perlindungan Kong (Jia, Ilene, serta Nathan Lind), serta geng Monarch yang tampilkan ayah Madison, Mark Russel.

Terdapatnya mereka betul-betul sukses mengirimkan pada perlawanan Godzilla serta Kong. Akan tetapi di sisi lainnya, datangnya mereka membuat ceritanya kelihatan berambisi, sebab sisi pandang manusia semakin lama tutupi datangnya dua monster besar itu. Karena sangat banyak, tempo perkelahian monster tidak sejumlah sejumlah film awalnya. Akan tetapi, perkelahian itu sukses tampil menakjubkan.

 

Perbuatan serta Resiko yang Luar Biasa

Perbuatan serta resiko visual jadi kemampuan film ini. Hal semacam itu juga kelihatan mulai sejak teaser serta trailernya launching. Perlawanan Godzilla serta Kong membahagiakan, bergairah, serta penuh perbuatan. Laga kelas berat diperlihatkan dengan resiko visual serta posisi perbuatan yang menakjubkan. Film ini menjajakan tontonan, itulah yang dapat didapat oleh pirsawan.

Film ini merupakan pertamanya kali Godzilla bertatapan dengan Kong dalam film produksi Amerika. Ke-2 raksasa ini paling akhir bersua di film King Kong versus. Godzilla (1962) yang dialokasikan Toho. Mulai sejak ketika itu pertarungan di antara ke-2 nya selalu berkembang serta menimbulkan perhatian fans sampai waktu ini, sebab tak ada yang sungguh-sungguh keluar selaku juara.

Saat mengupas film Godzilla versus. Kong, banyak yang menduga jika Kong akan kalah. Dengan teori, Godzilla dapat menyembur radioaktif dll. Namun, kalian menyaksikan Kong selaku watak yang tetap berkembang. Perlawanan di antara Godzilla serta Kong serupa dengan episode Rocky Balboa menantang Ivan Drago, di mana figure tidak diunggulkan dapat memberinya surprise.

Kian komplet dengan musik dari komposer Junkie XL. Dengan gubahannya, scoring yang diperdengarkan seperti menabuh bass drum paling besar buat menggetarkan planet ini saat perlawanan dua monster berjalan.

CGI dua monster kelihatan sesuai yang ada, dimulai dengan kulit Godzilla, bulu Kong, gurat senyuman, serta ada banyak kembali. Di film ini, tinggi Godzilla berdiri kira-kira 400 kaki (121,9 meter), ia tumbuh sejumlah mtr. mulai sejak insiden Godzilla: King of the Monsters (2019). Ini merupakan ke-2 kalinya ia dilukiskan berdiri pada ketinggian 400 kaki, sehabis film Jepang Godzilla, King of the Monsters! (1956).

Di sisi lainnya, tinggi Kong senilai 336 kaki (102,4 mtr.). Tinggi awalnya 104 kaki (31,7 meter), yang bermakna ia tumbuh sejumlah 232 kaki (70,7 mtr.) dari latar waktu Kong: Skull Island (2017) sampai film ini.

Dalam film ini, masih ada moment antik serta hangat di antara Kong serta manusia, yaitu Jia. Ia merupakan gadis Iwi tuna rungu yang dimainkan oleh Kaylee Hottle, dari keluarga tuli. Sementara di kitaran Godzilla, ada Madison yang dimainkan Millie Bobby Brown. Meskipun ia tak punya jaringan dengan monster itu, kemunculannya cukup memiliki pengaruh mengetahui sikapnya.

Sama dengan yang terjadi di film classic Kong, saat makhluk itu bukan semuanya monster serta punya segi manusiawi saat berhubungan dengan manusia. Kebalikannya, moment hangat itu malahan tak berada di diri Godzilla. Untuknya, tiap-tiap interaksi di antara manusia dengan Godzilla “lebih tebersit” maka kita jarang-jarang menyaksikan segi halus sang monster kadal.

Kecuali Hottle serta Brown, film ini diperankan pemain termasyhur lain. Menariknya ada tiga pemain Marvel yang laganya layak dilihat, ialah Julian Dennison selaku Josh, kawan Madison yang punya kemampuan hacking computer. Ia di Deadpool 2 (2018) selaku Firefist.

Lalu, Rebecca Hall selaku Ilene Andrews, wanita yang mengasuh Jia serta jadi penakluk Kong termasyhur. Ia di Iron Man 3 (2013) jadi Maya Hansen, seorang intelektual. Lantas, ada Brian Tyree Henry selaku Bernie, si konten creator Podcast Godzilla yang kemunculannya cukup mencairkan kondisi. Di MCU, ia jadi Jefferson Davis di Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018).

Ada juga Demián Bichir yang berperanan selaku Walter Simmons. Ia jadi villain yang meninggalnya ironis serta adalah pemain Conjuring ke-2 yang menjadi bintang film MonsterVerse, sehabis Vera Farmiga di Godzilla, King of Monsters (2019).

Tentang interaksi monster serta manusia, si sutradara, Adam Wingard, terlihat punya hasrat buat memakai beberapa momen itu. Akan tetapi, bab bagaimana menyatukan ansambel alias geng-geng manusianya, terlihat belum pula sukses dieksplorasi. Segalanya bergerak semasing. Menyaksikan ending-nya, bisa saja bakal ada sekuel, atau juga ditautkan dengan film kaiju yang lain.

Sama dengan yang didambakan, perkelahian titan merupakan sisi terpilih dari Godzilla versus. Kong. Ditambah lagi, sisi saat satu monster raksasa menghajar paras monster raksasa yang lain yang immersive. Sayang, sejumlah film monster ini terlihat secara stabil kurang dalam moment dengan watak manusianya, serta Godzilla versus. Kong jadi korban dari soal yang serupa.

Selaku data, Godzilla versus. Kong adalah film ke-36 dalam The Godzilla Saga, serta film keduabelas dalam The King Kong Saga. Ini bisa jadi film Kong ke-3 yang di-launching tiap-tiap Maret. Awalnya, ada King Kong (1933) yang di-launching pada 2 Maret 1933 serta Kong: Skull Island (2017) pada 10 Maret 2017.

Diskusi di antara monster fiksi Jepang serta Kong ini mainkan andil besar dalam sambungan MonsterVerse. Hari esok MonsterVerse terlihat bakalan diputuskan dari perform Godzilla versus. Kong. Bila film ini memperoleh keuntungan yang lebih bagus dari Godzilla: King of the Monsters, tentunya akan buka peluang hadirnya pelbagai film tentang kaiju yang lain.

Oh iya, diakhir film ini tak ada post-credit, jadi untuk kamu yang nungguin surprise film MonsterVerse, tungguin saja data dari Warner Bros. serta Legendary Pictures.

***

Muvipro memberi anjuran buat menonton film Godzilla versus. Kong di monitor besar untuk pengalaman saksikan yang menakjubkan. Dengan catatan, taati prosedur kesehatan saat menonton film, ya. Akan tetapi, bila kalian masih cemas menonton film di bioskop dengan beberapa orang tidak dikenali, bisa pula reservasi satu studio buat keluarga, kawan, atau pasangan kalian. Alternatif lain, kalian bisa juga menunggu filmnya, bila muncul di HBO GO kelak.

Sehabis menonton film ini? Bagaimana masukan kalian? Apa pertarungannya udah seperti keinginan? Bagi masukan kamu di kolom ulasan yang ada diawalnya artikel ini, ya.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *