7 Villain Film Aksi Indonesia yang Penuh Pesona

  • 3 min read
  • Apr 03, 2021
Film Aksi Indonesia

7 Villain Film Aksi Indonesia yang Penuh Pesona – Narasi superhero belum komplet jika tidak mendatangkan figur villain atau lawan dari superhero tersebut. Figur villain umumnya kelihatan sadis dan curang.

Tidak hanya film Hollywood yang dapat mendatangkan villain yang sangar. Villain di beberapa film superhero Indonesia juga tidak kalah, sekalinya di film superhero yang telah usang.

Berikut beberapa villain film superhero Indonesia yang sangar dan pantas diperhitungkan kehadirannya.

Pengkor – Gundala

Villain Film Indonesia Genre Aksi yang Penuh Pesona.

Pengkor dapat dipandang seperti villain Bumilangit Cinematic Universe pembuka di semesta itu. Villain yang bertemu dengan Gundala ini jadi figur otak dibalik kekacauan dan kejahatan yang terjadi di film Gundala (2019).

Pengkor sesungguhnya mempunyai nama Wisnu Atmaja. Ia tercipta dengan badan cacat, tetapi benar-benar pintar. Muka dan badannya yang aneh itu yang membuat memperoleh nama Pengkor. Penghinaan sepanjang tahun membuat Pengkor ingin membalasnya sakit hati dengan mengalahkan dunia dengan semua langkah.

Ghazul – Gundala

Villain Film Indonesia Genre Aksi yang Penuh Pesona.

Dalam cerita superhero tentu saja dibuat juga figur jahat yang selalu melawannya. Seperti Gundala yang dikisahkan mempunyai lawan bebuyutan namanya Ghazul.

Ghazul pertama kalinya ada dalam komik seri Gundala dengan judul Document Candi Hantu yang keluar pada 1969. Ghazul ada sepintas di film Gundala sebagai seorang yang berjalan pada belakang Pengkor.

Tetapi, Ghazul kenyataannya ialah pembuka tirai baru yang membuat Jagat Sinema Bumilangit bisa menjadi hebat. Bukan lantaran ia hidupkan Ki Wilawuk, atau salah satu orang yang mengatakan nama “Gundala” di sejauh film. Peranan Ghazul sebenarnya lebih dari itu.

Mahesa Birawa – Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Villain Film Indonesia Genre Aksi yang Penuh Pesona.

Figur Mahesa Birawa dikenali sebagai pimpinan pendekar kelompok hitam. Ia ialah siswa dari Sinto Gendeng saat sebelum berguru ke Tapak Gajah. Watak ini pertama kali ada dalam novel Empat Brewok dari Goa Sanggreng (1988).

Mahesa Birawa yang dimainkan oleh Yayan Ruhian ini mempunyai senjata terakhir namanya Gada Rantai Berduri. Ia mempunyai pukulan mematikan namanya Kelabang Hijau.

Saat muda, Mahesa jatuh cinta ke Suci yang disebut ibu kandungan Wiro Sableng. Tetapi, Suci pilih Ranaweleng sebagai suaminya. Sakit hati yang bawa membuat Mahesa membunuh ke-2 orang-tua Wiro.

Kalingundil – Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Villain Film Indonesia Genre Aksi yang Penuh Pesona.

Watak Kalingundil dimainkan oleh Dian Sidik. Kalingundil ialah tangan kanan Mahesa Birawa yang ada kali pertama kali dalam novel dengan judul Empat Brewok dari Goa Sanggreng.

Kalingundil turut turut serta dalam pembunuhan orangtua Wiro Sableng. Ia mempunyai tubuh yang tinggi dan memiliki sifat tidak sabaran. Senjata yang dipunyainya ialah pedang bermata kapak.

Lasmini – Saur Sepuh (1987)

Villain Film Indonesia Genre Aksi yang Penuh Pesona.

Umumnya sich villain film pertandingan atau superhero Indonesia sejenis kelamin cowok. Namun, ada yang disebut cewek dan mereka tidak kalah licik, lho! Misalnya ialah Lasmini dalam Saur Sepuh yang hit zaman 80-an.

Lasmini ialah wanita yang ingin melelehlantakkan kerajaan Madangkara. Argumennya ialah karena cintanya ke Brama Kumbara tidak terbalas. Untuk menantang Lasmini diperlukan kemampuan besar, bahkan juga Mantili, adik Brama Kumbara, hampir pernah mati pada tangannya.

Mak Lampir – Misteri dari Gunung Merapi (1989)

Mak Lampir

Saat sebelum jadi populer sekali melalui seri Misteri Gunung Merapi, figur Mak Lampir telah mengancam melalui Mistis dari Gunung Merapi II dan III yang tampil pada 1990. Ia awalannya ialah anak bangsawan, tapi karena jatuh hati sama figur siluman, ia juga mengikhlaskan muka cantiknya dan malah justru dibenci oleh Datuk panglima Kumbang, cowok idola, yang menduga jika ia jahat. Karena sakit hati, selanjutnya Mak Lampir jadi jahat betulan dan selalu menyebarkan intimidasi.

Kapten Van Schram – Jaka Sembung Si Penakluk (1981)

Kapten Van Schram – Jaka Sembung Sang Penakluk.

Jaka Sembung bukan sekedar film pertandingan fantasi, tapi juga film “perjuangan”. Jaka Sembung sebagai pimpinan dari pemberontak pada Belanda, khususnya sama Kapten Van Schram.

Kapten Van Schram ialah seorang kompeni Belanda yang populer akan keterdisiplinannya. Tetapi, ia licik dan jahat pada beberapa pribumi, dan itu argumen kenapa Jaka Sembung menantang pria yang ini.

Kapten, bersama Sang Hitam, selalu coba semua langkah untuk dapat menumpas semua pribumi, khususnya Jaka Sembung. Kapten dilukiskan heartless dan suka manfaatkan orang.
***

Beberapa villain di atas berkekuatan yang menakutkan dan watak yang kuat. Memang, sich, mereka jahat dan menghancurkan, tapi watakisasi mereka memperlihatkan jika sineas Indonesia tidak kalah atas sineas Hollywood dalam membuat dunia fantasi superhero!

– Film pertandingan dan superhero Indonesia ini mempunyai jejeran villain dengan watak dan kemampuan unik.
– Bermacam villain ini punyai kualitas yang dapat dipertemukan sama villain film superhero Hollywood.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *