5 Kostum Superhero di Film Hollywood yang Kontroversial Sepanjang Masa

  • 3 min read
  • Apr 02, 2021
5 Kostum Superhero di Film Hollywood yang Kontroversial

5 Kostum Superhero di Film Hollywood yang Kontroversial Sepanjang Masa – Dalam sebuah film Hollywood yang berjenis superhero, baju jadi salah satunya faktor penting supaya filmnya mendapatkan pembahasan dan tanggapan pentonton yang bagus. Team produksi juga harus pintar-pintar sesuaikan baju dari beberapa personalitasnya supaya sesuai versus yang ada dengan komiknya tanpa membuat berkesan konyol.

Tetapi, kadang usaha dari team produksi film Hollywood berjenis superhero itu masih dipandang tidak seperti oleh kritikus atau pemirsa. Ini juga selanjutnya pada akhirnya memunculkan sebuah pro-kontra karena bajunya dipandang mempunyai design yang konyol atau menseksualisasi personalitasnya.

Ingin tahu apa kostum superhero di film Hollywood yang polemis? Langsung baca ulasan Muvipro di bawah ini!

Batman, Robin, Batgirl – Batman dan Robin (1997)

Kostum Superhero Kontroversial di Film Hollywood

Kemungkinan beberapa dari kalian yang sudah tahu kostum superhero polemis yang berada di film Hollywood ini. Yup, baju yang diartikan ialah yang dikenai oleh Batman, Robin, dan Batgirl di film Batman dan Robin garapan Joel Schumacher. Bagaimana tidak, design baju yang dikenai beberapa superhero itu tampilkan puting susu di bagian dadanya yang meleset jauh dari versus komik.

Beberapa isu menjelaskan jika argumen baju itu mempunyai design semacam itu ialah karena Schumacher ingin membuat Batman jadi figur superhero yang homoseksual. Well, bila argumen itu juga betul ada, design baju itu masih mendapatkan kecaman dari bermacam faksi dan membuat filmnya dicap sebagai film Batman terburuk. Schumacher bahkan harus meminta maaf karena ini.

 

Catwoman – Catwoman (2004)

Kostum Superhero Kontroversial di Film Hollywood

Diperankan oleh Halle Berry, Catwoman jadi salah satunya film Hollywood yang ‘berjaya’ di gelaran Razzie Awards karena kwalitasnya yang jelek. Selain kualitas alur ceritanya, design baju dari si antihero dipandang benar-benar konyol dan terlampau berusaha untuk membuat Catwoman jadi sebuah object seksual.

Ini dapat disaksikan dari design bajunya yang ‘minim bahan’ dan menunjukkan bermacam anggota badan dari Berry. Tetapi, kritikus lebih memandang design itu sebagai konyol, bukan seksi. Masalahnya, Michelle Pfeiffer yang memainkan Catwoman pada 1992 sukses membuat aura seksi dari si antihero walau bajunya tertutup.

 

Green Lantern – Green Lantern (2011)

Kostum Superhero Kontroversial di Film Hollywood

Pemakaian dampak CGI umumnya diperlukan untuk menambahkan dampak menegangkan dari kostum superhero yang berada di film Hollwyood. Dampak itu umumnya dipakai bila bajunya mempunyai sayap atau punyai persenjataan di salah satunya bagiannya seperti punya Iron Man. Tetapi, pemakaian dampak CGI yang dilaksanakan oleh team produksi untuk baju si superhero di film Green Lantern dapat disebut keterlaluan.

Masalahnya team produksi tidak mempersiapkan baju betulan untuk digunakan pemain dan diberi tambahan dampak, tetapi cuman mocap suit. Maka baju Green Lantern yang kita saksikan digunakan oleh artis Ryan Reynolds di filmnya ialah dampak CGI keseluruhannya. Ini karena tidak ada baju praktikal yang digunakan oleh si artis.

Parahnya kembali, dampak CGI yang dipakai di film itu punyai kualitas yang termasuk jelek hingga membuat bajunya jadi tidak realitas dan berkesan konyol. Bahkan juga, baju Green Lantern ini tidak hanya polemis di kelompok kritikus dan pemirsa saja, tetapi juga Reynolds sebagai artisnya. Bahkan juga, Reynolds sempat pernah membuat gurauan berkaitan baju Green Lantern dalam film Deadpool (2016) yang diperaninya.

Captain America – Avengers (2012)

Kostum Superhero Kontroversial di Film Hollywood

Marvel Studios dapat disebut berhasil bikin baju Captain America mempunyai design yang badass saat si superhero ada dalam film solo pertama kalinya pada 2011. Tetapi, saat ia ada untuk ke-2 kalinya pada film Avengers, design baju punya Captain America berbeda benar-benar mencolok dan memunculkan pro-kontra di kelompok fans.

Ini karena design bajunya di film itu mempunyai warna yang terlampau menonjol dan seakan coba mengikut design baju si superhero saat pertama kalinya ada di komik. Well, pro-kontra yang dibuat memang tidak terlampau besar, tetapi masih mengundang kritik. Ini juga membuat Marvel Studios pada akhirnya mengganti design baju Captain America di beberapa film seterusnya.

Psylocke – X-Men: Apocalypse (2016)

Kostum Superhero Kontroversial di Film Hollywood

Pada versus komiknya, Psylocke memang dilukiskan sebagai superhero dengan baju yang dapat disebut seksi karena benar-benar minim. Team produksi X-Men: Apocalypse juga membuat baju Psylocke mempunyai design yang cukup sama dengan versus komiknya hingga memunculkan pro-kontra. Ini karena baju itu dipandang terlampau seksi untuk film yang mempunyai peringkat umur PG-13.

Apa lagi, sisi dada dari baju filmnya dibikin jadi terbuka hingga menunjukkan sisi payudara dari si watak yang tentu saja berlainan dengan versus komiknya. Disamping itu, baju ini mempunyai design yang tampilkan sisi selangkangan dari personalitasnya. Bahkan juga, Oliva Munn sebagai aktornya sempat pernah tidak menyengaja menunjukkan kemaluannya saat proses shooting karena design bajunya.

***

Nach, itu beberapa kostum superhero di film Hollywood yang polemis. Dari beberapa baju itu, mana yang menurut kalian paling polemis? Sharing opini kalian di bawah dan turuti terus Muvipro untuk artikel menarik sekitar seri yang lain, ya!

Berbagai alasan melatarbelakangi mengapa kostum superhero di film Hollywood ini dianggap kontroversial.
– Salah satunya bahkan ada yang sampai dibenci aktornya sendiri.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *